Sabtu, 24 Desember 2016

Al Antam Sang Al Hakim



Salah satu wilayah di bumi mengalami hal yang sangat parah. Setiap penduduk di situ diperintah untuk menyembah pemimpin di wilayah tersebut. Sebut saja wilayah tersebut Lavian. Selain penguasa yang kejam,ada juga gerakan ekstrimis. Jika penduduk tidak mau memberikan uang, mereka akan disiksa. Sebut saja nama gerakan tersebut “Boomer”.

Selain penduduk tertindas pemerintah, mereka tertindas pula oleh Boomer. Jika mereka membuat gerakan untuk melawan salah satu dari pemerintah atau Boomer, sama saja meminta diri mereka untuk disiksa, dan langsung dibunuh merupakan sebuah keberuntungan. Akan tetapi, perlu diingat, pemerintah Lavian dan Boomer saling melawan.
Suatu hari terlihat seseorang yang melayang di tempat  yang tinggi. Dia bersuara keras, “Aku mengajak kalian, rakyat Lavian untuk melawan pemerintah yang kejam dan Boomer. Jika kalian sama sekali tidak mau melawan, masuk saja ke neraka, walau hidup kalian disiksa. Akan kutunjukkan kekuatanku.” Di menunjuk seseorang. Salah seorang di antara mereka mati.
“Dia seorang dari Boomer dan banyak melakukan tindak pemerkosaan.” kata orang tersebut, “Aku adalah Al Antam sang Al  Hakim. Al Hakim adalah tentara galaksi Bima Sakti. Aku ingin kalian melawan walau hanya dengan tangan kosong.”
Rakyat Lavian melawan Boomer dahulu. Pertempuran diantara rakyat Lavian dan Boomer berlangsung sengit. Rakyat tidak membuat organisasi apapun. Mereka cukup menyebut diri mereka rakyat Lavian. Mereka begitu percaya diri karena dipimpen oleh orang yang sangat kuat. Al Antam banyak mengatur siasat perang. Dia menyatakan dirinya bukanlah Tuhan dan jangan menyembah dirinya. Al Antam mengangkat Aldy sebagai orang yang paling depan saat perang melawan Boomer. Menurut Al Antam, Aldy dilindungi alam, susah dibunuh kecuali dirinya sendiri sombong.
Karena pemerintah zalim  juga terus menyiksa rakyat Lavian, Aldy meminta meminta melawan pemerintah zalim tersebut. Peperangan rakyat Lavian dengan Boomer dan pemerintah zalim berlangsung lama. Dengan bantuan Al Antam, rakyat menghasilkan banyak produk untuk dijual dan menjualnya ke wilayah lain. Al Antam pun dikenal tegas dan bisa dibilang menakutkan, jika keterlaluan mengandalkan Al Antam, orang tersebut akan dia hajar.
Pertempuran terakhir, Boomer bergabung dengan pemerintah, rakyat Lavian mempunyai persenjataan yang kuat. Polisi dan tentara banyak bergabung dengan mereka. Pertarungan berlangsung sengit, salah seorang dari rakyay Lavian yang merasa dirinya banyak berdosa berkata, “Walau Tuhan menaruhku di neraka, aku akan mati secara terhormat.” Orang itu pun mati. Al Antam mendekati mayatnya yang ternyata harum. “Semoga kamu ke surga.” Pertempuran tersebut dimenangkan rakyat Lavian. Pemimpin zalim diganti, anggota Boomer dipenjara dan Aldy diangkat sebagai  Al Hakim.
“Kalian hebat rakyat Lavian. Ini kemenangan kalian. Sampai jumpa.”  kata Al Antam. Aldy pun dibawanya.
“Kemana engkau akan membawaku.” kata Aldy.
“Planet lain.” kata Al Antam. “Planet tempat tinggal anggota Al Hakim.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar