Sabtu, 24 Desember 2016

Penyelamatan Ke Tempat Terisolasi



Salah satu petinggi Alvater, sebuah organisasi, diculik oleh salah satu organisasi, organisasi terlarang. Kelompok tersebut adalah Elvast. Salah satu tempat mereka berada di tempat yang tak terpetakan. Bahkan tidak tertangkap oleh radar. Salah satu mata-mata petinggi tersebut, yang bernama Baron Hussein, disandera di situ. Tempat tersebut bahkan tidak tidak ada sinyal telepon. Sang mata-mata bisa keluar dari tempat tersebut karena dia bisa teleport.

Maka Alvater membuat tim untuk penyelamatan Baron Hussein. Jumlah anggotanya adalah sepuluh. Dua diantaranya bisa teleport dengan membawa orang-orang lain. Delapan yang lain ahli menggunakan senjata. Mereka tidak menggunakan senjata api. Mereka mendapat pendidikan militer dengan dibiayai Alvater.
Mereka bersepuluh diantar di dekat area perkampungan Elvast. “Bagaimana kita masuk ke perkampungan itu?” kata Eddy, ahli senjata. Dia jago dalam menggunakan samurai.
“Kalian ahli senjata berbaris dulu.” kata Freddy, ahli senjata yang lain. Dia memimpin kelompok ini.
Mereka semua menurut. Yonif pun mengusap kening semua ahli senjata. Para ahli senjata kaget. Mereka melihat jembatan yang tadinya tidak ada. Tim penyelamat pun bersiap-siap. Ada salah satunya yang terlalu bersemangat ingin menyeberang lewat jembatan tersebut. “Jangan terburu, Anton.” kata Freddy, “Kita berangkat bersama-sama.”
Mereka pun menyeberangi jembatan tersebut. Para pengantar dan orang sekitar tidak bisa melihat mereka saat tiap anggota penyelamat tadi menginjakkan kakinya ke jembatan tersebut. “Jika kalian tidak bisa melihat jembatan ini, kalian tidak bisa menginjakkan kaki ke jembatan ini.” kata Ryan.
Saat mereka semua melewati jembatan tersebut, beberapa pemuda perkampungan terisolir tersebut mendatangi mereka. “Kalian mau apa?” kata salah satu pemuda tersebut.
“Kami mau mengambil anggota kami yang Elvast culik.” kata Freddy.
“Boleh. Kami bukan Elvast. Silahkan cari sendiri.” kata pemuda tadi.
Mereka tidak berlari. Akan tetapi, mereka berjalan dengan rasa takut. Seorang yang berada di belakang melihat bayangan berlari mendekatinya. Saat menengok, tidak ada orang yang berlari tadi. Entah itu nyata atau halusinasi.
“Tenang mereka takut dengan kita. Bila mereka melukai salah satu dari kita, mereka bisa diserbu.” kata Freddy.
Tibalah mereka bersepuluh datang ke tempat yang alamatnya diberi sang mata-mata. Tempat itu adalah tempat dimana Baron disandera. “Jika kalian berani melawan dan melukai bahkan membunuh kami, akan banyak dari kami yang mendatangi dan menghancurkan kalian.” kata Freddy kepada penghuni rumah tersebut. Mereka masuk dan mengecek setiap ruang di rumah tersebut. Mereka pun mendapatkan Pak Baron dan keluar.
Saatnya keluar dari perkampungan tersebut. Kedua ahli teleport mengarahkan mereka ke suatu tempat agar bisa teleport keluar dari perkampungan tersebut. Di tempat tersebut mereka tidak bisa sembarangan teleport. Mereka pun menemukannya dan bisa keluar. Mereka bertemu anggota Alvater lainnya yang sedang menunggu kedatangan mereka. Mereka ke tempat tersebut dengan arahan sang mata-mata tadi. Semua selamat, misi diselesaikan dengan sukses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar