Salah satu
petinggi Alvater, sebuah organisasi, diculik oleh salah satu organisasi,
organisasi terlarang. Kelompok tersebut adalah Elvast. Salah satu tempat mereka
berada di tempat yang tak terpetakan. Bahkan tidak tertangkap oleh radar. Salah
satu mata-mata petinggi tersebut, yang bernama Baron Hussein, disandera di
situ. Tempat tersebut bahkan tidak tidak ada sinyal telepon. Sang mata-mata
bisa keluar dari tempat tersebut karena dia bisa teleport.
Maka Alvater
membuat tim untuk penyelamatan Baron Hussein. Jumlah anggotanya adalah sepuluh.
Dua diantaranya bisa teleport dengan membawa orang-orang lain. Delapan yang
lain ahli menggunakan senjata. Mereka tidak menggunakan senjata api. Mereka
mendapat pendidikan militer dengan dibiayai Alvater.
Mereka
bersepuluh diantar di dekat area perkampungan Elvast. “Bagaimana kita masuk ke
perkampungan itu?” kata Eddy, ahli senjata. Dia jago dalam menggunakan samurai.
“Kalian ahli
senjata berbaris dulu.” kata Freddy, ahli senjata yang lain. Dia memimpin kelompok
ini.
Mereka semua
menurut. Yonif pun mengusap kening semua ahli senjata. Para ahli senjata kaget.
Mereka melihat jembatan yang tadinya tidak ada. Tim penyelamat pun
bersiap-siap. Ada salah satunya yang terlalu bersemangat ingin menyeberang
lewat jembatan tersebut. “Jangan terburu, Anton.” kata Freddy, “Kita berangkat
bersama-sama.”
Mereka pun
menyeberangi jembatan tersebut. Para pengantar dan orang sekitar tidak bisa
melihat mereka saat tiap anggota penyelamat tadi menginjakkan kakinya ke
jembatan tersebut. “Jika kalian tidak bisa melihat jembatan ini, kalian tidak
bisa menginjakkan kaki ke jembatan ini.” kata Ryan.
Saat mereka
semua melewati jembatan tersebut, beberapa pemuda perkampungan terisolir
tersebut mendatangi mereka. “Kalian mau apa?” kata salah satu pemuda tersebut.
“Kami mau
mengambil anggota kami yang Elvast culik.” kata Freddy.
“Boleh. Kami
bukan Elvast. Silahkan cari sendiri.” kata pemuda tadi.
Mereka tidak
berlari. Akan tetapi, mereka berjalan dengan rasa takut. Seorang yang berada di
belakang melihat bayangan berlari mendekatinya. Saat menengok, tidak ada orang
yang berlari tadi. Entah itu nyata atau halusinasi.
“Tenang mereka
takut dengan kita. Bila mereka melukai salah satu dari kita, mereka bisa
diserbu.” kata Freddy.
Tibalah mereka
bersepuluh datang ke tempat yang alamatnya diberi sang mata-mata. Tempat itu
adalah tempat dimana Baron disandera. “Jika kalian berani melawan dan melukai
bahkan membunuh kami, akan banyak dari kami yang mendatangi dan menghancurkan
kalian.” kata Freddy kepada penghuni rumah tersebut. Mereka masuk dan mengecek
setiap ruang di rumah tersebut. Mereka pun mendapatkan Pak Baron dan keluar.
Saatnya keluar
dari perkampungan tersebut. Kedua ahli teleport mengarahkan mereka ke suatu
tempat agar bisa teleport keluar dari perkampungan tersebut. Di tempat tersebut
mereka tidak bisa sembarangan teleport. Mereka pun menemukannya dan bisa
keluar. Mereka bertemu anggota Alvater lainnya yang sedang menunggu kedatangan
mereka. Mereka ke tempat tersebut dengan arahan sang mata-mata tadi. Semua
selamat, misi diselesaikan dengan sukses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar