Sabtu, 24 Desember 2016

Mengapa Engkau Yang Kunanti



Jalan berdua dengan wanita adalah hal biasa bagi Donny. Jika tidak cantik, cewek itu biasa dan kepribadiannya menarik. Donny sering berganti-ganti teman jalan sejak dia kuliah. Entah mengapa dia tidak merasakan benar-benar tertarik dengan wanita-wanita yang jalan-jalan dengannya. Maksimal dua kali dia jalan dengan cewek. Setelah itu, dia tak kontak lagi dengan wanita itu. Jika cewek itu menghubunginya, dia tak menghiraukannya.
Pernah dia mengetes dirinya sendiri. Apakah dia suka dengan sesama jenis. Dia mencoba menonton film porno yang berjenis homo. Dia muak walau hanya beberapa detik dia menonton. Postif! Dia bukan seorang homoseksual. Apa yang membuat dia sedikit rasa dengan lawan jenis. Dia sering mengajak kenalan dengan cewek. Mendapat teman jalan-jalan berdua dengan wanita adalah hal mudah.
Suatu hari di hari minggu, ketika dia internetan di @wifi.id, dia bertemu dengan wanita cantik. Awalnya wanita itu duduk di meja lain, kemudian dia duduk  di samping Donny. Donny pun tertarik dengan cewek tersebut.
“Browsing apa, Mbak?” kata Donny yang mulai percakapan setelah lima menita wanita itu disampingnya.
“Browsing di jual beli online. Mencari gelang.” kata wanita tersebut.
“Perkenalkan saya Donny.”
“Saya Anita.” kata Anita sambil senyum, “Kalau mas browsing apa?”
“Lagi browsing tentang film-film. Mbak kerja dimana?”
Wanita tersebut menyebut tempat kerjanya. Kemudian mereka fokus ke layar laptopnya masing-masing. Donny tahu tempat kerja yang dimaksud Anita. Tetangganya ada yang kerja di situ. Dia tidak mau banyak bertanya, tidak mau mengganggu Anita  yang mungkin sedang sibuk dengan internetnya. Dia bisa mencari info tentangnya lewat tetangganya.
Setelah satu jam wanita tersebut pamit ke Donny untuk pergi. Cantik  sekali wanita ini. Entah kenapa Donny kepikiran dengan wanita yang tadi baru ditemuinya, Anita. Dia berbeda dengan lainny. Dia pun mendatangi tetangganya Tomo. Donny pun mendapatkan nama lengkap wanita tersebut dan mencarinya di Facebook dan meminta sebagi teman.
Tiga hari dia menunggu, akan tetapi permintaan pertemanannya tidak ditanggapi Anita. Donny pun mendatangi Anita di kantornya. Dia datang ketika jam istirahat. Nekat memang, risiko diusir. Akan tapi, rasa penasarannya tinggi. “Lebih baik diusir daripada penasaran seumur hidup.” pikirnya. Mereka pun bertemu, Anita menanggapinya dengan ramah, dan mereka janjian makan malam di hari minggu. Janjian itu pun ditepati, mereka senyum dan tertawa.
Entah mengapa Donny begitu menyukainya. Jantungnya berdetak kencang, sesuatu yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Akan tetapi, Anita tidak bisa dikontak lagi. Pesan Facebook tidak ditanggapi. Telpon tidak pernah diangkat. Mengapa orang yang paling kunanti membuatku merasakan kehilangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar