Jalan berdua
dengan wanita adalah hal biasa bagi Donny. Jika tidak cantik, cewek itu biasa
dan kepribadiannya menarik. Donny sering berganti-ganti teman jalan sejak dia
kuliah. Entah mengapa dia tidak merasakan benar-benar tertarik dengan
wanita-wanita yang jalan-jalan dengannya. Maksimal dua kali dia jalan dengan
cewek. Setelah itu, dia tak kontak lagi dengan wanita itu. Jika cewek itu
menghubunginya, dia tak menghiraukannya.
Pernah dia
mengetes dirinya sendiri. Apakah dia suka dengan sesama jenis. Dia mencoba
menonton film porno yang berjenis homo. Dia muak walau hanya beberapa detik dia
menonton. Postif! Dia bukan seorang homoseksual. Apa yang membuat dia sedikit
rasa dengan lawan jenis. Dia sering mengajak kenalan dengan cewek. Mendapat
teman jalan-jalan berdua dengan wanita adalah hal mudah.
Suatu hari di
hari minggu, ketika dia internetan di @wifi.id, dia bertemu dengan wanita
cantik. Awalnya wanita itu duduk di meja lain, kemudian dia duduk di samping Donny. Donny pun tertarik dengan
cewek tersebut.
“Browsing apa,
Mbak?” kata Donny yang mulai percakapan setelah lima menita wanita itu
disampingnya.
“Browsing di
jual beli online. Mencari gelang.” kata wanita tersebut.
“Perkenalkan
saya Donny.”
“Saya Anita.”
kata Anita sambil senyum, “Kalau mas browsing apa?”
“Lagi browsing
tentang film-film. Mbak kerja dimana?”
Wanita tersebut
menyebut tempat kerjanya. Kemudian mereka fokus ke layar laptopnya
masing-masing. Donny tahu tempat kerja yang dimaksud Anita. Tetangganya ada
yang kerja di situ. Dia tidak mau banyak bertanya, tidak mau mengganggu
Anita yang mungkin sedang sibuk dengan
internetnya. Dia bisa mencari info tentangnya lewat tetangganya.
Setelah satu
jam wanita tersebut pamit ke Donny untuk pergi. Cantik sekali wanita ini. Entah kenapa Donny
kepikiran dengan wanita yang tadi baru ditemuinya, Anita. Dia berbeda dengan
lainny. Dia pun mendatangi tetangganya Tomo. Donny pun mendapatkan nama lengkap
wanita tersebut dan mencarinya di Facebook dan meminta sebagi teman.
Tiga hari dia
menunggu, akan tetapi permintaan pertemanannya tidak ditanggapi Anita. Donny
pun mendatangi Anita di kantornya. Dia datang ketika jam istirahat. Nekat
memang, risiko diusir. Akan tapi, rasa penasarannya tinggi. “Lebih baik diusir
daripada penasaran seumur hidup.” pikirnya. Mereka pun bertemu, Anita
menanggapinya dengan ramah, dan mereka janjian makan malam di hari minggu.
Janjian itu pun ditepati, mereka senyum dan tertawa.
Entah mengapa
Donny begitu menyukainya. Jantungnya berdetak kencang, sesuatu yang tidak
pernah dia rasakan sebelumnya. Akan tetapi, Anita tidak bisa dikontak lagi.
Pesan Facebook tidak ditanggapi. Telpon tidak pernah diangkat. Mengapa orang
yang paling kunanti membuatku merasakan kehilangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar