Sabtu, 24 Desember 2016

Membangkitkan Hexam



Perekonomian dunia menurun dan itu berdampak pula pada salah satu perusahaan furniture. Salah satu perusahaan furniture tersebut adalah Hexam. Hexam juga memiliki banyak hutang. Seorang yang kaya datang ke perusahaan tersebut. Dia mendapat kabar Hexam akan jatuh. Dia datang melihat-lihat perusahaan tersebut. Hexam menurutnya bukan perusahaan yang besat tapi perusahaan menengah. Akan tetapi perusahaan tersebut memiliki potensi yang bagus. Orang itu biasa dipanggil Pak Udin.
Pak Udin pun membeli seluruh saham perusahaan tersebut dan membayar utang perusahaan. Pak Ferry, pemilik sekaligus CEO sebelumnya, menyetujui tawaran Pak Udin. CEO pun dia ganti. Penggantinya adalah Pak Martono. Pak Udin dikenal dengan kemampuannya membangkitkan perusahaan yang hampir bangkrut. Sebenarnya, jika dia gagal membangkitkan Hexam, hal itu bukan masalah besar baginya. Makanya dia tidak terlalu berpikir panjang. Dia punya banyak perusahaan yang keuangannya sangat baik yang tentunya menghasilkan banyak uang baginya. Hal itu tidak lepas dari perannya. Setiap dia membangkitkan perusahaan dia sikapnya santai tetapi serius. Dia tidak ingin gagal karena baginya itu bisa merusak namanya dan dia tidak mau karyawan yang baik kehilangan pekerjaan karena perusahaannya bangkrut.
Dia tidak mau menjadi CEO karena dia tidak bisa fokus di perusahaan tersebut mengingat banyaknya perusahaan yang dimilikinya. Dengan izin Pak Udin, Pak Martono melakukan perampingan perusahaan dan akan menggantinya dengan karyawan yang lebih bagus. Bukan kemampuan yang diutamakan, bagi Pak Martono dan Pak Udin kemampuan dan sikap dianggap sama pentingnya. Untuk melakukan perampingan, Pak Udin menyuruh Pak Martono menggunakan jasa AVN Complex, perusahaan yang biasa melakukan perbaikan pada perusahaan terutama dalam menilai perusahaan. Walau biaya jasa perusahaan AVN Complex terbilang mahal, Pak Martono dan Pak Udin hal itu senilai dengan apa yang telah dikeluarkan. Setelah tiga bulan pengelolaan, jumlah yang dipecat mencapai sepertiga jumlah karyawan perusahaan. Mereka diberi tiga bulan gaji. Karyawan yang tersisa tidak mengalami pengurangan gaji.
Setelah tiga bulan perbaikan, Pak Udin menyatakan keinginannya yaitu menjual produk ke luar negeri dengan bantuan website dan menambah perancang furniture. Dia tidak membeli produk website ke software house, dia mencari 2 programmer dengan kemampuan membuat website dengan kemampuan membangun multilanguage website dan 1 web designer. Setelah mendapat perancang furniture, dia pun membawa keduanya ke Amerika Serikat untuk melihat pameran furniture. Dia yakin jika mempunyai produk yang unik, walaupun krisis keuangan pun, produknya tetap akan laris. Itulah hal yang difokuskan Pak Udin, sedangkan detail-detail lain ditangani Pak Martono.
Hexam pun mendapat mendapatkan 3 orang untuk mengisi tim website. Pak Udin ingin websitenya dibangun dengan framework. Pak Udin sedikit tahu tentang dunia website. Dia ingin program tersebut bisa lebih mudah diteruskan programmer lain, jika ada programmer yang pergi.
Mereka pun bekerja keras untuk membangkitkan perusahaan mereka, Hexam. Penjualan mereka juga lewat e-commerce yang menjual produk-produk perusahaan-perusahaan lain. Karyawan bukan fokus tidak dipecat, tetapi lebih dari itu, fokus menaikkan kemampuan dan jasa mereka untuk perusahaan. Website yang diinginkan Pak Udin pun jadi dalam satu tahun sudah jadi. Memang anggota tim website yang didapat Hexam adalah orang yang jagoan website. Selain itu banyak design furniture unik yang diciptakan tim designer. Dengan arahan Pak Udin, promosi selain dengan SEO, dilakukan dengan promosi lewat jasa pengiklanan lewat Facebook yang memiliki data umur setiap usernya dan Google Adsense yang sebagian besar orang mencari info lewat google.
Setengah tahun setelah website diluncurkan, Hexam memperoleh keuntungan yang banyak sesuai dengan visi Pak Udin, bukan harga murah saja untuk merajai pasar tetapi dengan keunikan dan kualitas produk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar